Connect with us

Ketik yang ingin anda cari

Aseng.id

Ramadan

Mahmud al-Kashgari dan Kamus Besar Diwan Lughat al-Turk

Patung Maḥmūd al-Kāšġarī di Upal, Xinjiang © wikimedia.org

SELAIN melahirkan pujangga besar bernama Yūsuf Khāṣṣ Ḥājib, Kesultanan Kara-khanid juga mencetak leksikograf (ahli perkamusan) agung bernama Maḥmūd al-Kāšġarī.

Mahakaryanya: Dīwān Lughāt al-Turk (Kamus Besar Bahasa Turk). Uighur, kita mafhum, termasuk dalam bangsa Turk.

Beda Yūsuf dengan Maḥmūd: Pertama, Yūsuf yang lahir di Balasagun menyelesaikan kitab puisinya, Kutadgu Bilig, di Kashgar, ibu kota Kesultanan Kara-khanid; sementara Maḥmūd yang berasal dari Barskhan (kini bagian dari Kirgizstan) merampungkan kamus besarnya di Baghdad, ibu kota Kekhalifahan Abbasiyah. Kedua, Yūsuf mempersembahkan kitab puisinya kepada Qarā Būghrā Khān, sultan Kara-khanid di Kashgar; sedangkan Maḥmūd mendedikasikan kamus besarnya untuk Al-Muqtadī, khalifah Abbasiyah di Baghdad.

Selamat dari Kudeta

Maḥmūd diyakini sebagai keturunan bangsawan Kesultanan Kara-khanid. Sebab kakeknya, seperti diakui Maḥmūd dalam mukadimah kamus besarnya, mempunyai nama Muḥammad dan ayahnya bernama Ḥusain.

Dari situ banyak sejarawan, sebagaimana ditulis Prof. Wei Liangtao (魏良弢) dalam buku Naskah Sejarah Kekhanan Kara-khanid (喀喇汗王朝史稿 Kalahan Wangchao Shigao, 1986), yang menengarai Muḥammad yang dimaksud Maḥmūd adalah khān kedua Kesultanan Kara-khanid Timur.

Kita ingat, Kesultanan Kara-khanid terbagi menjadi dua wilayah adminitratif: timur (pusat) dan barat (daerah). Mulanya, kedudukan Kara-khanid Barat merupakan bawahan dari Kara-khanid Timur yang berpusat di Kashgar, Xinjiang. Namun, sejak awal abad ke-10, keduanya mendaku sebagai entitas terpisah.

Pada 1056, khān pertama Kara-khanid Timur, Sulaimān, berperang dalam perebutan kekuasaan dengan adiknya, Muḥammad –yang tak lain dan tak bukan ialah kakeknya Maḥmūd. Sulaimān kalah. Muḥammad lantas menaiki takhta kakaknya.

Tetapi, Muḥammad hanya bertakhta selama sekitar 15 bulan. Tahun 1058, jabatannya dioper ke putra sulungnya, Ḥusain –bapaknya Maḥmūd.

Rupanya, ribut-ribut di istana belum kelar juga. Tak dinyana, salah satu selir Muḥammad melakukan kudeta: meracuni Ḥusain beserta sanak familinya. Lalu, selirnya itu mengangkat anak bungsu Muḥammad, Ibrahīm, menjadi khān selanjutnya.

Untungnya, Maḥmūd berhasil melarikan diri, selamat dari ”coup d’état 1058” yang dilancarkan terhadap abah dan keluarganya ini.

Berkelana untuk Merampungkan Kamus

Maḥmūd bercerita, dari Kashgar, dirinya kemudian ”menjelajahi kampung-kampung dan sabana-sabana orang-orang Turk” di Asia Tengah sebelum akhirnya tiba di Baghdad. Pengembaraannya yang berlangsung kurang lebih 15 tahun tersebut membuatnya menguasai beragam bahasa, dialek, sejarah, sastra, dan sosiokultural orang-orang Turk.

Tak heran, kamus besar yang  disusunnya mulai tahun 1072 hingga 1077 itu tidak hanya berisi makna kata per kata bahasa Turk dalam bahasa Arab, melainkan pula pelbagai informasi mengenai tarikh, politik, geografi, susastra, agama, dan budaya orang-orang Turk yang tersebar di Xinjiang dan belahan bumi lainnya.

Maka tak berlebihan bila hendak dikata: mahakarya Maḥmūd merupakan kamus yang juga ensiklopedia sekaligus.

Peta dunia berpusat di Barskhan yang digambar Maḥmūd al-Kāšġarī dalam kamus besarnya © wikimedia.org

Kini, salinan kamus besar Maḥmūd cuma sisa satu di dunia. Disimpan di Istanbul. Tebalnya 638 halaman. Disalin tangan oleh Muḥammad ibn Abū Bakr pada 1265. Ditemukan di sebuah toko buku bekas sebelum Perang Dunia I meletus oleh Ali Emiri Efendi, pustakawan sohor Turki yang notabene seorang sayid alias habib.

Maḥmūd yang lahir pada kisaran tahun 1005, diperkirakan wafat pada 1102. Makamnya ada di Upal, kecamatan kecil sekitar 50 km di barat daya Kashgar. Upal, kita tahu, adalah wilayah yang dilewati Karakoram (śahirāh qarāquram), tol persahabatan China-Pakistan yang membentang sepanjang 1.300 km dari Kashgar di ujung utaranya hingga Rawalpindi (Pakistan) di ujung selatannya.

Pada 2017, Dīwān Lughāt al-Turk dinobatkan UNESCO sebagai Warisan Ingatan Dunia, Memory of the World Register. Laiknya kamus besarnya, Maḥmūd akan dikenang sepanjang masa.

1 Comment

1 Comment

  1. Avatar

    NU cabang sehat

    10 Juni 2021 at 3:52 pm

    Apakah ada tau monumen Kashgari di Kashgar diruntuhkan atas nama kontra revolusi ?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel menarik lainnya

Ramadan

AsengID: Supaya nyambung dengan apa yang dibahas artikel ini, disarankan untuk terlebih dahulu membaca tiga tulisan sebelumnya yang masing-masing berjudul ”Uighur dan Xinjiang Sebelum...

Ramadan

TURKI di bawah kepemerintahan Erdoğan, pada penghujung tahun 2020 lalu, dituduh telah membarter pelarian Uighur di negaranya dengan vaksin COVID-19 ”made in China”. Tuduhan...

Ramadan

SELAIN karena para petingginya cekcok sendiri-sendiri, gagalnya Republik Islam Turkestan Timur (RITT) memperoleh sokongan dan pengakuan dunia internasional juga menjadi penyebab cepat bubarnya negara...

Ramadan

WAKTU itu 4 April 1931, China masih dikuasai Partai Nasionalis Kumintang, orang-orang Uighur di Kumul, Xinjiang utara, memberontak. Sasarannya: Jin Shuren, gubernur Xinjiang bersuku...