Connect with us

Ketik yang ingin anda cari

Aseng.id

Ramadan

Tragedi Barin, ETIM, dan Hubungan China dengan Turki

© ft.com

TURKI dan China lagi cekcok. Gara-gara cuitan Twitter dua politikus Turki: Mansur Yavaş dan Meral Akşener. Mansur adalah wali kota ke-29 Ankara yang dielu-elukan beberapa lembaga survei akan menjadi pesaing terkuat Erdoğan dalam pemilihan presiden Turki 2023 mendatang. Ia menjadi wali kota Ankara setelah diusung Koalisi Nasional (Millet İttifakı) bentukan Partai Rakyat Republik (Cumhuriyet Halk Partisi, CHP) dan Partai Baik (İYİ Parti) –di mana Meral merupakan pendiri sekaligus ketua umumnya sejak 2017.

Dalam kicauannya pada 5 April 2021 jam 2:11 siang, Mansur menulis,

(Meski 31 tahun telah berlalu, kami masih merasakan sakitnya pembantaian di Turkestan Timur seperti di hari pertama. Saya mengenang para martir di Barin dengan belas kasihan.)

Pada pukul 4:35 tanggal yang sama, Meral menyambung,

(Pada peringatan kemartiran mereka, saya memperingati kerabat Turkestan Timur kami yang tidak tunduk pada perbudakan China dalam #PembantaianBarin…

Kami tidak akan melupakan sanak saudara kami di tahanan, dan kami tidak akan tinggal diam terhadap penganiayaan atas mereka.

Turkestan Timur pasti akan merdeka suatu hari nanti!)

Esok harinya, Kedutaan Besar China di Turki, juga melalui Twitter, beruntun menanggapi dengan men-tag Mansur dan Meral langsung. Katanya, masing-masing pada 6:25 dan 6:26 sore,

”Daerah Otonomi Uighur Xinjiang merupakan bagian integral dari kedaulatan China. Ini adalah fakta yang diterima di seluruh dunia dan tidak terbantahkan” (Xinjiang Uygur Özerk Bölgesi, Çin toprağının ayrılmaz bir parçasıdır. Bu dünyaca kabul edilen ve tartışılamaz bir gerçektir).

”Pihak China dengan tegas menentang dan mengutuk keras setiap tantangan oleh siapa pun atau kekuatan apa pun terhadap kedaulatan dan integritas teritorial China. Pihak China berhak untuk merespon dengan baik” (Çin tarafı, herhangi bir kişi veya gücün Çin’in egemenliğine ve toprak bütünlüğüne herhangi bir şekilde meydan okumasına kararlılıkla karşı çıkmakta ve bunu şiddetle kınamaktadır. Çin tarafı, haklı karşılık verme hakkını saklı tutmaktadır).

Info termutakhir, Dubes China untuk Turki sudah dipanggil menghadap Kemenlu Turki untuk membahas persoalan ini. Yang menarik, kabarnya, saluran air ke Kedubes China di Ankara juga diputus.

ETIM dan Tragedi Barin

Kedubes China memang tidak sedikitpun menyinggung Tragedi Barin yang coba diungkit Mansur dan Meral. Peristiwa ini terjadi pada minggu pertama Ramadan 1990, tepatnya 5 April. TKP-nya di Kecamatan Barin (巴仁), Kabupaten Akto, Prefektur Otonomi Kirgiz Kizilu, Artush. Kita tahu, Artush adalah kota bersejarah di utara Kashgar yang menjadi tempat dimakamkannya Sultan Satuq Bughra Khan, pendiri kerajaan Islam pertama di Xinjiang.

Tragedi Barin dicatat pemerintah China sebagai kerusuhan berupa penyerangan terhadap otoritas oleh East Turkestan Islamic Movement (ETIM) untuk memisahkan Xinjiang dari China lalu mendirikan negara Islam. Sementara kelompok separatis Uighur di luar negeri, seperti diamini Mansur dan Meral, mengecapnya sebagai ”pembantaian”.

Dilaporkan, pada 5 April 1990 pagi, lebih dari 200 orang Uighur mengepung kantor Kecamatan Barin. Alasan pengepungan yang dimotori Zeydin Yusup (則丁·玉素甫) tersebut: perlakuan diskriminatif dan represif penguasa China terhadap minoritas muslim Uighur.

Sebelum melakukan aksinya, Zeydin mendirikan East Turkestan Islamic Party (Sherqiy Türkistan Islam Partiyisi) yang menjadi cikal bakal ETIM. Zeydin, bersama petinggi ETIM lainnya semacam Hasan Mahsum dan Abdulkadir Yapuquan, sanad keilmuannya bersambung kepada Abdul Hakeem Makhdoom, ulama fundamentalis yang notabene pendiri Hizbul Islam li Turkistan (Partai Islam Turkestan).

Menurut catatan pihak China, aparat China terpaksa menembaki sekelompok Uighur yang melengkapi diri dengan senjata api itu lantaran mereka melakukan penyerangan lebih dulu: sebanyak 5 orang polisi yang datang mengamankan peristiwa dijadikan tawanan dan mereka membombardir kantor pemerintahan.

Zeydin mati dalam ”serangan balik” ini.

ETIM dan Al-Qaeda

Setelah Tragedi Barin, para simpatisan ETIM bergerilya di Pakistan, Afganistan, dan di perbatasan-perbatasan China dengan Asia Tengah dan Asia Selatan.

Hasan Maksum bergabung dengan Al-Qaeda.

Abdulkadir Yapuquan tidak seia sekata. Bagi Abdulqadir, ETIM mestinya berfokus di Xinjiang, bukan di negara lain.

Mereka akhirnya pecah kongsi: Abdulkadir minggat ke Turki; Hasan tetap bertempur bersama Al-Qaeda hingga tertembak dalam ”War on Terror” pasca-Serangan 11 September 2001.

Kini, ETIM bermimikri menjadi dua organisasi dengan pendekatan berbeda dalam memperjuangkan kemerdekaan Xinjiang: (1) Doğu Türkistan Maarif ve Dayanışma Derneği (Asosiasi Pendidikan dan Solidaritas Turkestan Timur) yang bermarkas di Istanbul. Perkumpulan ini berfokus pada pendidikan dan propaganda; (2) Hizb-l-Islāmī al-Turkistānī Linuṣrati Ahli-s-Syām (Partai Islam Turkestan di Suriah) yang berperang bersama Al-Nusra, pasukan pemberontak anti-Bashar al-Assad.

Mana yang akan berhasil, nanti?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel menarik lainnya

Ramadan

AsengID: Supaya nyambung dengan apa yang dibahas artikel ini, disarankan untuk terlebih dahulu membaca tiga tulisan sebelumnya yang masing-masing berjudul ”Uighur dan Xinjiang Sebelum...

Ramadan

SELAIN melahirkan pujangga besar bernama Yūsuf Khāṣṣ Ḥājib, Kesultanan Kara-khanid juga mencetak leksikograf (ahli perkamusan) agung bernama Maḥmūd al-Kāšġarī. Mahakaryanya: Dīwān Lughāt al-Turk (Kamus...

Ramadan

RAMADAN dua tahun lalu saya berpuasa di Anhui, salah satu provinsi di China bagian timur, tempat lahir petani miskin yang kelak menjadi kaisar pertama...

Ramadan

TURKI di bawah kepemerintahan Erdoğan, pada penghujung tahun 2020 lalu, dituduh telah membarter pelarian Uighur di negaranya dengan vaksin COVID-19 ”made in China”. Tuduhan...