Connect with us

Ketik yang ingin anda cari

Aseng.id

Kongkow

Xi Jinping Akan Ambil Alih Pulau Kalimantan?

Tangkapan layar video pidato Xi Jinping yang beredar luas

BELUM lama ini, sebuah kanal Youtube mengunggah cuplikan video pidato Presiden China Xi Jinping dan, sepertinya, sengaja menerjemahkannya secara asal-asalan. Video itu kemudian viral di media sosial dan masih terus menyebar hingga sekarang.

Dalam video tersebut, tampak Xi Jinping berpidato di depan latar hitam dengan motif emas yang membentuk peta pulau-pulau di Indonesia. Pidato Xi Jinping yang berbahasa Mandarin itu diberi subtitle bahasa Indonesia yang kurang lebih isinya: ”Pemerintah Indonesia harus segera mengembalikan utang infrastruktur yang sudah diberikan oleh pemerintah China kepada rezim Jokowi. Sebab jika tidak, maka pemerintah China akan mengambil paksa pulau Kalimantan menggunakan kekuatan militer.”

Kita masih ingat, narasi bombastis dan ngawur semacam ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Pada tahun 2018, narasi serupa juga terdiseminasi di media sosial. China, kala itu, diisukan meminta pulau Sumatera dan pulau Jawa sebagai jaminan utang luar negeri Indonesia yang dikabarkan sudah mencapai nilai Rp6.000 triliun.

Usut punya usut, video Xi Jinping yang ”menagih utang dan mengancam akan merampas pulau Kalimatan” itu ternyata adalah pidatonya ketika berkunjung ke Kantor DPR/MPR RI pada tahun 2013 silam. Dalam pidato tersebut, Xi Jinping sama sekali tidak membahas tentang pengambilalihan pulau Kalimantan dan semacamnya; melainkan membahas tentang hubungan Indonesia-China yang, oleh dirinya dan Presiden SBY, ditingkatkan levelnya menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif. Xi Jinping juga membahas bantuan luar negeri terbesar China sepanjang sejarah diberikan kepada Indonesia, yakni ketika Indonesia menghadapi musibah Tsunami di Aceh pada tahun 2004.

Untuk diketahui, utang luar negeri Indonesia per tahun 2021 berjumlah USD 417,5 miliar. Di antaranya, utang luar negeri Indonesia kepada China ”cuma” berjumlah USD 20,65 miliar –atau berada di peringkat empat setelah utang luar negeri Indonesia kepada Singapura, AS, dan Jepang. Dengan kata lain, China bukanlah pemberi utang luar negeri terbesar bagi Indonesia.

Yang tak kalah menarik, kanal Youtube yang sama juga mengunggah video berjudul ”Berita terkini Jkw mengundurkan diri yang di Pulau Kalimantan hati hati”. Kanal ini kembali mengaitkan utang Indonesia ke China dengan Covid-19 dan mengatakan Pelepasan Pulau Kalimantan sebagai akronim PPKM. Sungguh sebuah percobaan yang baik untuk memantik Sinophobia di kalangan masyarakat dengan memanfaatkan pelbagai kekurangan dalam penanganan Covid-19 selama ini.

* * *

Hoaks dengan menerjemahkan pidato presiden negara lain dan menyebarkannya ke khalayak umum, menurut saya, adalah hoaks yang sudah berada di level membahayakan. Negara akan hancur bukan hanya jika tidak ditangani oleh pemimpin yang berkompeten, tapi juga jika masyarakatnya suka memproduksi dan mengonsumsi hoaks.

Kritis boleh saja. Siapapun memiliki hak untuk mengkritisi hal apapun dan memberikan pendapat terbaiknya. Namun, yang terpenting adalah kritik tersebut harus berdasarkan fakta dan tidak boleh dikarang sesuai dengan syahwat (politik) pribadi dan/atau kelompoknya.

Selain itu, kritik juga harus didasarkan pada ilmu pengetahuan. Kritiklah kebijakan utang dengan menggunakan teori-teori ekonomi makro, misalnya, dan jangan gunakan stereotip atau sentimen negatif.

Mari hilangkan budaya hoaks agar masyarakat Indonesia semakin cerdas.

1 Comment

1 Comment

  1. Tjahja Santoso

    Tjahja Santoso

    10 Agustus 2021 at 4:39 pm

    Betul, saya juga sempat melihat video ini yg di share di grup grup wa saya, dan celakanya orang Indonesia termasuk yg etnis Tionghoa pun sudah tidak mengerti sama sekali apa yg diucapkan oleh xi Jinping, jadi mereka menjadi ragu antara percaya antara tidak, saat itu saya merasa video seperti inilah Sanga membahayakan dan perlu ditindak tegas oleh pihak pemerintah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel menarik lainnya

Kongkow

BARU-BARU ini saya melihat postingan di media sosial yang isinya menggelitik. Katanya, ketika PPKM ini, jutaan tentara China telah diam-diam memasuki Indonesia. Ngeri-ngeri sedapnya,...

Esai

APAKAH dengan mengenyahkan TKA China dari bumi Indonesia ini akan membuat Anda bersemangat? Seketika meningkatkan rasa nasionalisme Anda yang menggebu-gebu itu? Kalau jawabannya iya,...

Esai

Melihat Tiongkok melulu sebagai ancaman, bisa jadi malah akan membuat kita ketinggalan peluang

Esai

BILA boleh disimpulkan secara sederhana, hubungan bilateral Indonesia dengan China yang dijalin sejak 1950 itu, ”kuat di atas tapi rapuh di bawah”. ”Kuat di...