Connect with us

Ketik yang ingin anda cari

Aseng.id

Kongkow

Pantun Tujuh Langkah

Kacang dan jerami kacang berasal dari pohon yang sama, mengapa harus saling mencederai?

© photophoto.cn

SAAT Cao Zhi (曹植) dicurigai saudara kandungnya, Cao Pi (曹丕), hendak memberontak, ia dijatuhi hukuman mati kecuali bisa mengarang puisi dalam 7 langkah (qi bu shi 七步诗).

Cao Zhi (192-232) menyanggupi.


Dan lahirlah ’Kuatren Tujuh Langkah’ yang kesohor hingga hari ini:

煮豆燃豆萁 (zhǔ dòu rán dòu qí)

豆在釜中泣 (dòu zài fǔ zhōng qì)

本是同根生 (běn shì tóng gēn shēng)

相煎何太急 (xiāng jiān hé tài jí?)


Terjemahan bahasa Inggrisnya:

People burn the beanstalk to boil beans

The beans in the pot cry out

We are born of the selfsame root

Why should we hound each other to death with such impatience?


Artinya dalam bahasa Indonesia kira-kira:

Masak kacang dibakar jeraminya

Kacang bersedih di tengah kuali

Meski berdua sama asal-usulnya

Mengapa saling memusnahkan cepat sekali?


Pertikaian antara anak dan papa soal bisnis showroom di Surabaya, dan anak yang melaporkan mamanya ke kantor polisi soal warisan, meskipun bukan hal baru, sungguh mencengangkan.

Dan memalukan.

Bagaimana bisa seorang anak berperilaku seperti itu? Apa yang telah terjadi?

Di mana hati nurani?

”Tapi itu salah orang tuanya,” sergah seorang teman. ”Pasti (dulu) si anak dimanja habis-habisan, makanya (sekarang) kurang ajar dan ompak-ompakan.”

”Ya,” ujar saya sambil nyengir. ”Itu kalo anaknya masih kelas 5 SD, boleh tantrum atau marah-marah…”

Teman saya terdiam.

”Lha kalo sudah umur sicap, sudah punya anak, tingkahnya kayak gitu, ya salah si anak juga…”

Teman saya mengangguk.

Bisa saja orang tua salah mendidik, terlalu memanjakan, salah asuhan, tapi si anak kan lalu bertumbuh, bersekolah, kumpul banyak orang, bahkan memeluk agama, baca kitab suci, masak tidak bisa memilah dan memilih –mana benar, mana salah– atau menjalankan perintah agama yang paling mendasar?

Hormati dan berbakti kepada orang tua.

Menurut saya, seorang anak kalau sudah dewasa tapi tidak bertumbuh menjadi dewasa, ya, salah si anak. Jika ia masih kolokan, mau menang sendiri, meletakkan ego dan kepentingan pribadi di atas segalanya, menjelekkan orang lain agar dirinya terlihat baik, lalai berterima kasih atas jerih payah orang tua atau orang lain, menganggap warisan adalah hak –menurut saya– adalah kelainan.

* * *

’Kuatren Tujuh Langkah’ berhasil melumerkan hati Cao Pi (187-226) yang dipenuhi amarah hingga membatalkan hukuman mati atas saudara kandungnya.

Kacang dan jerami kacang berasal dari pohon yang sama, mengapa harus saling mencederai?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel menarik lainnya

Esai

APAKAH Konfusianisme pendorong atau penghambat modernisasi? Pertanyaan ini sebenarnya kuno, tapi sering mencuat kembali. Maklum, soal itu sering dihubungkan dengan ”keajaiban” ekonomi Asia Timur...

Esai

”Saya menjadi semakin yakin, peristiwa kerusuhan Mei ’98 tidak akan pernah mendapat pengakuan”

Esai

Kita suku Tionghoa, adalah PRIBUMI INDONESIA, yang sejajar dengan seluruh suku-suku pribumi lain yang ada di NKRI

Kongkow

Kematian adalah saripati kehidupan